2/16/17

Nebah Dodo "Dada" Sebuah Wahana Instropeksi, Apa Maksudnya ??

Radhian. Achivment and Motivation. Setiap manusia pasti pernah berbuat kesalahan. Dan sudah menjadi kewajiban bagi setiap muslim untuk mengingatkan saudaranya yang berbuat salah. Sebab, Alloh SWT menganjurkan kepada kita untuk berbuat amar makruf dan nahi munkar. Di mana kita harus selalu menyebarkan kebaikan dan mencegah dari kemungkaran.

Dalam memberitahu dan memperingati kesalahan pada orang lain, terkadang respon yang akan kita terima itu berbeda-beda. Ada yang bisa menerima, ada pula yang menolak. Jika kita, sebagai orang yang diperingati bersikap menolak terhadap kebenaran, maka sungguh kita akan merasakan penyesalan. Mengapa? Setiap orang yang menolak kebenaran maka dia telah sombong disebabkan penolakannya tersebut.


Orang yang sombong terhadap ajaran Rasululloh secara keseluruhan maka dia telah keluar dari Islam dan akan kekal di neraka. Ketika datang kebenaran yang dibawa oleh Rasululloh dan dikuatkan dengan ayat dan burhan, dia bersikap sombong dan hatinya menentang sehingga dia menolak kebenaran tersebut.

Hal seperti ini yang Alloh terangkan dalam firman-Nya, “Sesungguhnya orang-orang yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Alloh tanpa alasan yang sampai pada mereka tidak ada dalam dada mereka melainkan hanyalah (keinginan akan) kesombongan yang mereka sekali-kali tiada akan mencapainya, maka mintalah perlindungan kepada Alllh. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat,” (QS. Ghafir: 56).

Adapun orang yang sombong dengan menolak sebagian kebenaran yang tidak sesuai dengan hawa nafsu dan akalnya–tidak termasuk kekafiran-maka dia berhak mendapat hukuman (adzab) karena sifat sombongnya tersebut. Maka, wajib bagi para penuntut ilmu untuk memiliki tekad yang kuat mendahulukan perkataan Rasul ﷺ di atas perkataan siapa pun. Karena pokok kebenaran adalah kembali kepadanya dan pondasi kebenaran dibangun di atasnya, yakni dengan petunjuk Nabi ﷺ. Kita berusaha untuk mengetahui maksudnya, dan mengikutinya secara lahir dan batin.

Sikap seorang muslim terhadap setiap kebenaran adalah menerimanya secara penuh. Sebagaimana firman Alloh ‘Azza wa Jalla, “Dan tidaklah patut bagi mukmin laki-laki dan mukmin perempuan, apabila Alloh dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka,” (QS. Al-Ahzab: 36).

Alloh juga berfirman, “Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya,” (QS. An-Nisaa’: 65).

Maka, jika kita tidak ingin menyesal di kemudian hari, jangan jadikan diri kita sebagai orang yang sombong. Apalagi sombong dalam hal kebenaran dengan menolaknya. Sudah menjadi keharusan bagi kita dalam menerima kebenaran. Terutama terhadap apa yang disampaikan oleh Alloh SWT dan Rasul-Nya. Sebab, hal itu merupakan suatu kebaikan bagi kita dalam menentukan jalan kebenaran demi kemaslahatan. Wallahu a'lam

0 komentar:

Post a Comment