2/23/17

Fenomena Pendidikan Kejar Paket dan Strategi Pemecahan Masalahnya

Radhian. Berbagai problematika dalam pendidikan tentunya harus perlu diselesaikan dengan segera secara mendasar dan menyeluruh. Jika kita tetap mengacu pengertian kesetaraan seperti yang tercantum UU Sisdiknas No 20/2003 Pasal 26 Ayat (6) maka sangat sulit atau hampir tidak mungkin dicapai oleh program kesetaraan. Oleh sebab itu perlu ditinjau kembali tentang pengertian kesetaraan ini. Fakta dalam kehidupan sehari-hari menunjukkan bahwa terdapat banyak pilihan bagi siswa untuk memperoleh pendidikan, namun pada akhirnya anak-anak tersebut dapat mempertahankan hidupnya sesuai dengan kemampuan masing-masing. Hanya saja tingkat bertahan hidup ini berbeda-beda. Oleh sebab itu ukuran setara di sini seharusnya juga berbeda-beda artinya tidak sama dengan pendidikan formal. Jadi pengertian setara perlu dikaji lebih lanjut dengan standar yang berbeda dengan pendidikan formal.

Peranan Tenaga Pendidik (tutor) sangat penting dalam peningkatan mutu pembelajaran pendidikan kesetaraan. Dengan demikian status tutor perlu ditingkatkan, kualifikasi dan kompetensinya perlu standarisasi termasuk kesejahteraannya. Semangat kerja, pengabdian para penyelenggara program dan tutor pendidikan kesetaraan yang tinggi dapat mendukung kelancaran program. Semangat kerja ini dapat dijadikan modal dasar untuk bersama-sama menerapkan standar isi pada pendidikan kesetaraan. Harga yang termahal dari Program Kejar adalah semangat dan motivasi tutor yang tetap konsisten. Masalahnya, antara dedikasi mereka dengan imbalan yang mereka terima masih sangat jauh dari memadai. Honor yang diterima oleh tutor itu relatif sangat kecil (dulu sebelum Tahun 2006 honor tutor hanya Rp 120.000 per bulan) sekarang sudah sampai Rp 300.000 per bulan. Oleh sebab itu para tutor kebanyakan bekerja bukan semata-mata karena imbalan atau honor melainkan karena panggilan hati nurani. Forum pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan non formal (PTK PNF), seperti forum PKBM dan forum tutor telah tersebar sampai di tingkat kabupaten/kota. Tutor-tutor tersebut perlu diberdayakan melalui forum yang telah ada melalui kegiatan yang dapat mendukung pelaksanaan Standar Isi. Forum tutor kesetaraan juga dapat berperan untuk memfasilitasi tutor dalam menyalurkan aspirasi, wadah komunikasi atau berbagi pengalaman dalam rangka peningkatan kompetensi.

Hal lain yang hendaknya dilaksanakan adalah dengan melakukan perbaikan secara menyeluruh dan bertahap. Dimulai dari beberapa kelemahan yang ada pada sistem kurikulum serta kelemahan-kelemahan dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan dengan menggunakan strategi yang sesuai dan tepat sasaran. Karena pendidikan yang berkualitas rendah akan mengakibatkan kepribadian peserta didik semakin jauh dari apa yang diharapkan sesuai undang-undang. Masih adanya perkelahian antar remaja, meningkatnya penyalahgunaan narkoba, dan adanya pergaulan bebas sebagai bukti bahwa pendidikan kurang berhasil membentuk peserta didik yang memiliki kepribadian. Selain itu, untuk mengatasi masalah komersialisasi pendidikan, perlu dilakukan langkah-langkah yang sistematis dengan merombak semua sistem pendidikan yang ada hingga paradigma ekonomi, sehingga seluruh masyarakat akan dapat menikmati hasil pendidikan dengan biaya ringan dan murah, dan bermutu tinggi. Dengan demikian, akan melahirkan SDM yang berkepribadian dan berkualitas yang memiliki daya saing yang tinggi, yang mampu mengatasi berbagai tantangan.

Walaupun masih ada berbagai kendala, namun program kejar paket merupakan salah satu program yang sangat strategis untuk dapat membantu mengatasi berbagai permasalahan pendidikan sekarang ini. Hingga saat ini program kejar paket A saja masih banyak diminati dan minat masyarakat masih sangat tinggi juga untuk mengikuti pendidikan kesetaraan paket B maupun kejar paket C. Untuk itu program perluasan akses dan peningkatan mutu pendidikan melalui pendidikan non formal , khususnya program kejar paket masih perlu diadakan dan perlu ditingkatkan kualitasnya. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kinerja pelayanan pendidikan ke depan mungkin perlu dipikirkan tentang kebijakan yang imbang antara input dan output serta upaya perbaikan kurikulum, peningkatan mutu pendidik dan perbaikan sistem evaluasi . Wallahu a'lam

0 komentar:

Post a Comment