2/21/17

Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Efektif kah ??


Radhian. DIPENGHUJUNG tahun pelajaran sebagaimana yang telah terjadi di tahun-tahun sebelumnya, pastinya komponen dalam dunia pendidikan baik dari pusat maupun daerah dan sampai pada tataran satuan pendidikan akan fokus kepada ujian akhir kelulusan atau Ujian Nasional. Fenomena Ujian Nasional setiap tahunnya seakan tidak pernah habis untuk menorehkan cerita menarik nan unik. Setelah beberapa saat yang lalu tersebar kajian bahwa untuk tahun palajaran 2016/2017 menteri pendidikan dan kebudayaan akan meniadakan UN, namun akhirnya kebijakan tersebut belum bisa diterapkan, kiranya masih banyak pertimbangan akan masih relevannya UN dilaksanakan sebagai parameter kelulusan peserta didik.

Yang baru untuk tahun pelajaran ini pemerintah akan menerapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), kebijakan ini merupakan lanjutan dan pengembangan serta pemerataan dari tahun lalu. Dimana tahun lalu UNBK masih diterapkan di kota-kota besar dan sekolah-sekolah tertentu. Dan untuk tahun ini UNBK akan diterapkan secara nasional bagi satuan pendidikan yang memiliki kesiapan dan memenuhi kriteria menyelenggarakan UNBK.

Sebagaimana merujuk pada Prosedur Operasional Standar (POS) penyelenggaraan Ujian Nasional Tahun pelajaran 2016/2017 yang dikeluarkan oleh BSNP, disebutkan bahwa pelaksanaan UN Tahun Pelajaran 2016/2017 dengan moda Ujian Nasional Berbasis  Komputer  (UNBK). Perluasan pelaksanaan UNBK dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi, mutu, reliabilitas, kredibilitas, dan integritas ujian.

Jelas kiranya bahwa pemerintah melalui kementrian pendidikan dan kebudarayaan ingin selalu meningkatkan mutu dan kualias pendidikan nasional dan produk lulusannya. Harapannya bahwa hasilnya memang benar-benar berintegritas dan jujur, jauh diri praktek contek menyontek, jual beli kunci jawaban. Kemudian efeknya mampu mempengaruhi lulusan untuk senantiasa berbuat kejujuran ketika terjun ke masyarakat.

Harapan yang besar pastinya juga harus didukung modal yang besar juga. Bahwa UNBK memerlukan perangkat yang cukup banyak dan besar yang harus disiapkan satuan pendidikan yang akan menyelenggarakan UNBK. Satuan pendidikan harus menyiapkan server dan seberangkat komputer lengkap dengan jaringan internya dengan jumlah sesuai kebutuhan. Penyediaan perlengkapan dan peraralatan UNBK membutuhkan pendanaan yang besar, bagi satuan pendidikan negeri pemerintahlah yang akan menanggungnya dan bagi satuan pendidikan swasta yayasan dan masyarakat yang menjadi tumpuannya.

Selain perlengkapan dan peralatan, faktor yang menentukan lainnya adalah aparaturnya yaitu ketersediaan tekhnisi computer atau setidaknya satuan pendidikan memiliki guru TIK yang benar-benar ahli dibidangnya. Karena pelaksanaan nantinya akan sangat tergantung kepada aparatur tersebut. Dalam pelaksanaan UNBK satuan pendidikan penyelenggara harus menyiapkan tiga aparatur sebagaimana diatur dalam POS UN, yaitu proctor, tekhnisi dan pengawas.

Dan tidak kalah penting juga bahwa dalam pelaksanaan UNBK tidak hanya terbatas pada komponen satuan pendidikan penyelenggara dan komponen diatasnya tetapi masih ada komponen diluar yang terkait demi menyukseskan kegiatan tersebut, komponen itu adalah PLN sebagai penyedia listrik dan peneyedia layanan internet. Panitia harus berkoordinasi dan menjalin kerjasama yang baik guna memastikan tidak adanya gangguan dan kendala ketika pelaksanaan UNBK.

Bagi satuan pendidikan yang belum mampu menyediakan peralatan dan perlenagkapan UNBK masih dapat mengikuti UNBK dengan berkoordinasi dengan satuan pendidikan penyelenggara UNBK untuk menumpang pelaksanaannya atau gabung. Dalam POS UN yang dikelurakan oleh BSNP bagi satuan pendidikan yang belum siap dengan UNBK masih bisa melaksanakan Ujian Nasional dengan Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP).

Setiap kebijakan yang baru pastinya akan memunculkan berbagai macam pertanyaan dan keraguan didalamnya. Apakah satuan pendidikan mampu menyediakan perlengkapan dan peralatannya ? dan apakah di satuan pendidikan penyelenggara tersedia tenaga pendidik yang memenuhi persyaratan sebagai proktor dan tekhnis ? dan apakah peserta didik telah mendapatkan pengetahuan dan tata cara untuk mengikuti UNBK?. Pertanyaan-pertanyaan tersebut atau yang serupa akan senantiasa terlontar kepada pemerintah dalam hal ini kementrian pendidikan dan kebudayaan sebagai pencetus kebijakan. Dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut, kita yakini bisa menguatkan dan mematangkan persiapan demi pelaksanaan yang sukses.

Memang belum saatnya, untuk melihat dan menilai hasil karena sistem ini belum dilaksanakan, tahapan sekarang masih dalam persiapan. Akan efektifkah kebijakan ini diterapkan dengan berbagai macam kondisinya dan akankah mendapatkan hasil yang maksimal, kita tunggu saja !! wallahu ‘a’lam.






 Tulisan ini muncul atas pencermatan terhadap persiapan satuan pendidikan dalam menyiapkan UNBK.

0 komentar:

Post a Comment