3/10/17

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pendidikan Kritis

Pendidikan dalam konteks tranformasi sosial berorentasi pada pengembangan dan pemberdayaan manusia secara utuh nan holistik. Oleh karena berbagai persoalan kemiskinan dan keterbelakangan yang tak terelakkan, sebagai akibat dari adanya sistem pendidikan juga kebijakan ekonomi yang tidak memihak pada rakyat kecil. Hal tersebut berdampak pada ketimpangan dalam masyarakat yang sudah tak berdaya, baik dalam segi ekonomi, pendidikan dan sosial budaya. Untuk membantu memberdayakan mereka, perlu dicari metode pembelajaran yang membuat masyarakat lebih kritis, lebih partisipatoris dan lebih demokratis. Dalam sistem pendidikan yang otoriter, seolah sulit bagi pendidik dan peserta didik melaksanakan peran kritisnya di tengah masyarakat. Maka, salah satu langkah strategis adalah dengan menciptakan proses belajar yang otonom. Yang dapat memberikan ruang dan kesempatan kepada masyarakat untuk menjadi diri mereka sendiri. Jika demokratisasi dalam pendidikan diwujudkan, maka akan lahir masyarakat demokratis, yang pada akhirnya akan melahirkan generasi bangsa yang mandiri.

Pendidikan kritis mengutamakan proses belajar mengajar yang mencerdaskan sekaligus membebaskan peserta didik untuk menjadi pelaku (subject) bukan sasaran (object) dari proses tersebut. Adapun proses pendidikan ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan model pendidikan yang lain, yang meliputi: Belajar dari realitas atau pengalaman, tidak menggurui, dialogis, melakukan sendiri (inquiri), mengungkapkan data (rekontruksi), kaji–urai (analisis), merumuskan makna atau hakekat realitas data atau pengalaman melalui analisis data sebagai suatu pelajaran pengalaman dan pemahaman, dan tindakan (penerapan).

Dalam tataran konseptual pemberdayaan masyarakat dalam sistem demokrasi terkait erat dengan proses tranformasi sosial, ekonomi, politik dan budaya. Pemberdayaan di sini, bisa dimaknai sebagai proses menumbuhkan kapasitas dan kemampuan diri dari kelompok masyarakat yang lemah (miskin), yang kerap terpinggirkan juga tertindas, terkait keterbatasan pemahaman sistem demokrasi mereka. Melalui proses pemberdayaan tersebut, diharapkan lapisan masyarakat di tingkat bawah tak cuma apatis, melainkan ikut serta berpartisipasi aktif dalam ranah demokrasi dan aktualisasi peran mereka sebagai bagian dari warga negara yang sadar diri. Hal tersebut, bisa terjadi kalau mereka diberi kesempatan sekaligus mendapat bantuan serta fasilitas dari pihak lain yang punya komitmen yang sama. Lapisan masyarakat miskin di suatu pedesaan misalnya, tidak akan mampu melakukan proses pemberdayaan sendiri tanpa bantuan (difasilitasi) pihak lain. Di sini, tentunya harus ada semacam kelompok atau lembaga tertentu sebagai wahana pemberdayaan bagi mereka.

Partisipasi masyarakat adalah syarat mutlak bagi negara yang menganut sistem demokrasi, baik dalam skala besar yakni dalam sebuah sistem negara, propinsi, kabupaten, kecamatan, ataupun dalam skala yang lebih kecil. Dalam sistem demokrasi, kedaulatan tertinggi berada di tangan rakyat. Hal tersebut dilaksanakan melalui kegiatan bersama untuk menetapkan tujuan-tujuan, masa depan serta untuk menentukan pihak-pihak yang akan memegang tampuk kepemimpinan. Anggota masyarakat secara langsung memilih wakil-wakil yang kelak akan duduk di sebuah lembaga pemerintahan. Dengan kata lain, partisipasi langsung dari masyarakat merupakan pengejewantahan dari terselenggaranya kekuasaan politik yang seimbang. Keikutsertaan dan partisipasi masyarakat dalam demokrasi sangatlah penting. Karena dalam proses demokrasi seyogyanya masyarakat dan penyelenggara demokrasi (dalam arti pemerintah) mengetahui tugas dan kepentingan masing-masing. Lagi pula hak-hak sipil dan kebebasan perlu dijunjung setinggi-tingginya. Sesungguhnya tiada demokrasi tanpa partisipasi politik warga, sebab partisipasi rakyat merupakan esensi dari demokrasi. Keterlibatan masyarakat secara aktif dalam demokrasi, dengan bentuk-bentuk tertentu, merupakan ukuran ideal sebuah pemerintahan yang demokratis. Sebab, pengertian demokrasi secara normatif dan sederhana tentu saja adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

0 komentar:

Post a Comment