3/13/17

Pembuatan Kohe Fermentasi (Pabrik Pakan Organik)


Dalam budi daya lele organik pengganti pelet sebagai pakan adalah kohe fermentasi. Apakah yang anda ketahui dengan kohe ?? Kohe adalah kotoran hewan, kohe yang direkomendasikan adalah kohe sapi atau kerbau, usahakan kohe yang dipakai adalah kohe baru atau campuran dari kohe baru dan kohe lama, jangan kohe yang terlalu basah karena kehujanan atau yg sangat kering karena kepanasan, usahakan dari kandang yg penempatan kohenya ternaungi, diharapkan bahwa dengan pemilihan bahan yang bagus akan menghasilkan pakan yang bagus bagi lele yang di budi dayakan. Pemakaian kohe disini berfungsi sebagai bahan dasar media tumbuh pakan lele. Sehingga pemakaian kohe sapi atau kerbau disini hukumnya mutlak, sementara belum direkomendasikan dari kohe lainnya.

Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan 1 ton kohe fermentasi (Untuk pemeliharaan 3000 ekor lele)
  • Kohe sapi sebanyak 1 ton.
  • Katul atau dedak halus sebanyak 80Kg. Berfungsi sebagai penghantar panas dan media penghantar pertumbuhan mikroba dan jamur trichoderma, yang akan berfungsi juga sebagai penstabil Ph air di dalam kolam terpal.
  • air kelapa sebanyak 80 liter. Air kelapa disini berfungsi selain untuk membantu proses percepatan pelepasan asam amino juga berfungsi menjaga kontinuitas perkembangan mikrobanya, proses mati tumbuhnya seimbang sehingga tidak terjadi masa stagnasi perkembangabiakan mikroba yang akan mengakibatkan terhentinya proses pembuatan pakan untuk lele.
  • Molase 2 liter atau bisa diganti dengan gula pasir 1,5 kg. Molase atau bisa diganti dengan gula pasir berfungsi sebagai makanan dan penyedia protein bagi mikroba. Dosisnya tidak boleh kurang atau lebih yang akan berakibat pada kestabilan Ph air di dalam kolam terpal.
  • Fermentor Gawek sebanyak 2 liter. Aktivator pengomposan gawek ini menggunakan mikroba mikroba terpilih yang mempunyai kemampuan tinggi dalam mendegradasi limbah limbah padat organik, yaitu; Trichoderma, pseudokoningii, Cytopaga sp, Trichoderma harzianum, Pholyta sp, Agrailysp dan FPP (Fungi Pelapuk putih).

Langkah kerja pembuatan kohe fermentasi

  1. Campur sampai Rata antara Kohe dengan Dedak. Untuk diperhatikan : proses ini harus  benar-benar tercampur hingga rata, karena akan sangat berpengaruh pada kwalitas kohe fermentasi yang dihasilkan. Usahakan kohe yang dipakai jangan kohe yang mengandung banyak air, karena akan sangat berpengaruh pada hasil akhir yang didapatkan, kalau basah karena air tiriskan dulu 2-3 hari hingga kadar air habis atau berkurang. Atur campuran Kohe dan katul sehingga mempermudah pengocoranya. Usahakan pembuatan kohe fermentasi Gawek dilakukan ditempat yang ada naungannya sehingga tidak kena panas matahari secara langsung dan terkena air hujan.
  2. Buat larutan fermentasi (Air Kelapa + Molase + Fermentor Gawek). Masukan air kelapa, molase dan fermentor Gawek ke dalam wadah tong atau wadah yang mampu memuat volume campuran. Pengenceran gulanya tidak boleh menggunakan air biasa, tetapi harus menggunakan air kelapa. "aduk sampai benar-benar tercampur rata".
  3. Pengecoran Larutan Fermentasi ke Permukaan Kohe Bertabur Dedak. Pengocoran menggunakan Gembor agar merata ke seluruh permukaan campuran kohe dan dedak
  4. Pembalikan, Penaburan Dedak dan Pengecoran kembali Kohe. Proses ini bertujuan agar semua bahan benar-benar bisa tercampur rata ke semua lapisan kohe, sehingga proses fermentasi akan lebih sempurna.
  5. Penumpukan Kohe ditempat Fermentasi. Tempat fermentasi harus aman dari air, terlindung/tidak terkena sinar matahari langsung, ditutup rapat bisa menggunakan terpal atau alat lain yang rapat, meskipun tetap harus ada rongga udaranya. Proses ini membutuhkan waktu minimal 14 hari (2 minggu)
Tanda-tanda Keberhasilan Proses Fermentasi
  • Dalam waktu 1-2 hari terjadi kenaikan suhu di permukaan penutup tumpukan kohe. 
  • Setelah 2 minggu proses , kohe yang difermentasi tidak lagi  berbau busuk, tetapi menjadi bau fermentasi (seperti Tape). 
  • Pada lapisan bagian atas fermentasi kohe yang berhasil tumbuh jamur putih, yaitu jamur trichoderma.
  • Suhu dari kohe yg difermentasi sudah cenderung menurun, tidak terlalu panas.
Kalau sudah ada tanda tanda seperti diatas, proses fermentasi dapat dikatakan berhasil, lalu bukalah tutup terpal, angin anginkan kohe fermentasi dengan cara di bongkar dan bolak balik (di dokeri), lalu biarkan agar menjadi dingin, proses pendinginan ini berpedoman pada kondisi kohe fermentasi tidak berpedoman terhadap waktu, kalau sudah dingin masukan ke dalam wadah sak dengan berat masing masing sak yg terisi 50 kg, setelah terisi semua, sak lalu dijahit agar kohe selama proses perendaman dan pemeliharaan tidak tercecer kedalam kolam terpal.

0 komentar:

Post a Comment