3/13/17

Tekhnologi Budidaya Lele Tanpa Pelet (Lele Organik)

Lele organik dalam pengertian yang sangat sederhana agar mudah dipahami adalah kita tidak memberi pakan lele dengan kompos tetapi kita membuat media yg akan menyediakan pakan lele selama pemeliharaan di dalam kolam terpal. Dari media yang kita buat akan keluar pakan berupa: Escudat, cacing, serangga air, plankton yang akan menjadi pakan bagi lele yang kita budi dayakan. Jadi perbedaan yang paling mendasar antara budi daya lele tanpa pakan pelet (lele organik) dg lele konvensional adalah cara menyiapkan pakannya, kalau lele konvensional kita dapatkan dari membeli pakan produksi pabrik, kalau lele tanpa pakan pelet (lele organik) adalah kita membuat media (yg ada dalam zak) sebagai “pabrik pakan” di dalam kolam terpal.

Dalam budidaya lele konvensional, beban biaya terbesar adalah biaya pakan yang berupa pakan pabrikan (pelet) yang harganya cenderung selalu naik, sementara harga jual produk lele tidak stabil bahkan cenderung turun ketika musim panen raya. Sedangkan didalam budidaya lele tanpa pelet ini, semua bahan yang digunakan untuk pembuatan “pabrik pakan” sangat mudah dan murah biayanya, sehingga akan menekan biaya pakan sekitar 50% lebih murah daripada dengan sistem konvensional (pakan pelet).

Sistem budidaya lele tanpa pelet ini, tidak membutuhkan keahlian dan waktu yang khusus mulai dari saat persiapan, selama masa pemeliharaan, dan masa panen. Sehingga bisa dilakukan oleh siapapun yang telah ataupun yang belum sama sekali memiliki pengalaman dalam budidaya lele dan tidak akan mengganggu aktivitas keseharian. Contoh yang paling mudah adalah tidak perlu menyediakan waktu khusus untuk memberikan pakan, karena “pabrik pakan” yang ditelah disiapkan akan terus bekerja secara alami memproduksi dan menyediakan kebutuhan nutrisi lele sampai masa panen.

Dalam budidaya lele tanpa pelet ini, semua tahapan/proses budidayanya 99% ramah lingkungan dan bisa diaplikasikan secara terpadu dengan usaha lainnya, dengan sifat saling mendukung dan saling menguntungkan. Contoh : Air kolam tidak menimbulkan bau “busuk” yang mengganggu lingkungan,  air kolam bisa dimanfaatkan sebagai pupuk cair yang sangat tinggi kualitasnya terhadap tanaman, sisa “pabrik pakan” juga merupakan pupuk kompos dengan kualitas super yang sangat bermanfaat bagi tanaman. Jadi, semua bahan yang dipakai dalam usaha ini tidak ada yang terbuang sia-sia.

Budidaya sayuran atau buah-buahan, disekitar kolam,  baik di lahan maupun media polybag, akan menciptakan usaha terpadu dan saling mendukung, karena air kolam yang setiap minggunya  bisa kita ambil/dikurangi dapat dimanfaatkan sebagai pupuk cair tanaman kita, dan tanaman yang subur, menghijau, rindang akan bisa berfungsi sebagai alternatif perindang kolam.

Tahapan kerja utama dalam budidaya lele tanpa pelet atau lele organik adalah 1) pembuatan kolam terpal; 2) pembuatan kohe fermentasi gawek; 3) perendaman kohe fermentasi gawek; 4) proses budidaya (pemliharaan); 5) pemanenan; 6) pemasaran. Tahapan demi tahapan kerja diatas akan kami uraikan pada artikel berikutnya.

0 komentar:

Post a Comment