4/3/17

MANAJEMEN KOPERASI

Sebagai organisasi ekonomi, koperasi harus melakukan kegiatan produktif dan dikelola secara profesional. Manajemen koperasi mempunyai tiga unsur pokok, yaitu : Rapat Anggota, Pengurus dan Pengawas. Rapat Anggota merupakan unsur dalam manajemen koperasi, karena koperasi merupakan badan usaha milik para anggota. Pengurus merupakan bagian eksekutif dari koperasi. M
anajer melaksanakan kegiatan sehari-hari dan bertanggungjawab langsung akan jalannya koperasi. Pengawas mengontrol, apakah Pengurus dan Manajer melaksanakan tugasnya dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku.

Rapat Anggota, adalah sarana cara berkomunikasi diantara semua pihak yang berkepentingan didalam tata kehidupan Koperasi. Rapat juga dapat digunakan sebagai sarana pendekatan pimpinan dan bawahan, atau antara pengurus dengan anggota Koperasi. Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi membicarakan antara lain hal- hal sebagai berikut :
  1. Penilaian kebijaksanaan Pengurus dalam memimpin Koperasi selama tahun buku yang lampau,
  2. Neraca Tahunan dan Perhitungan Laba Rugi,
  3. Penilaian Laporan pengawas,
  4. Menetapkan Pembagian Sisa Hasil Usaha Koperasi,
  5. Rencana Kewrja dan Rencana Anggaran Belanja Tahun berikutnya,
  6. Memilih Pengurus dan Pengawas (jika masing-masing sudah berakhir masa jabatannya)
Pengurus, bertanggungjawab sebagai badan yang memimpin Koperasi. Pengurus berkewajiban untuk melaksanakan garis-garis besar usaha yang telah ditentukan oleh Rapat Anggota dan tercantum dalam Anggaran Dasar maupun Anggaran Rumah Tangga Koperasi.  Syarat-syarat bagi Pengurus antara lain :
  • Turut mengambil bagian dalam usaha koperasi, serta telah memnuhi kewajiban dalam Koperasi,
  • Dapat menyediakan waktu untuk menghadiri rapat pengurus serta mengeluarkan pendapat dan buah pikiran yang berguna demi kemajuan para anggota,
  • Mengerti dan mempunyai pengalaman tentang Organisasi Koperasi,
  • Bersedia mendengar usul dan saran dari anggota,
  • Anggota Pengurus harus mematuhi keputusan Rapat Pengurus dan tidak dibenarkan menjalankan kepercayaan sendiri-sendiri,
  • Para Pengurus adalah pemegang kepercayaan dari Rapat Anggota dan karenanya merupakan suatu jabatan kehormatan sehingga jangan sampai mengecewakan para Anggota.
  • Pengurus harus bersedia menerima kemajuan-kemajuan teknik baru dan penemuan-penemuan kepembaharuan.
Kewajiban dan tanggung jawab Pengurus Koperasi antara lain :
  • Memahani isi UU RI No.25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, beserta penjelasan-penjelasannya serta pasal dan ayat-ayat AD / ART,
  • Memberikan petunjuk, wajib menegor dan memberi peringatan kepada manajer apabila manajer tidak melaksanakan tugasnya menurut rencana kerja atau rencana usaha yang telah ditetapkan,
  • Wajib menyuruh manajer untuk memberikan laporan kerja bulanan,
  • Wajib hadir ke Rapat Pengurus,
  • Mengetahui tata cara kontrak kerja sama dengan pihak lain,
  • Wajib melakukan penjajagan terlebih dahulu terhadap rencana perluasan usaha,
  • Wajib menjaga dan memperhatikan inventaris Koperasi,
  • Wajib menerima Pengawas,
  • Wajib memperhatikan jalannya organisasi,
  • Bekerjasama dan membina hubungan baik dengan sesama pengurus dan staf Koperasi,
  • Membina hubungan dengan masyarakat, terutama kepada konsumen,
  • Merencanakan penyelenggaraan Rapat Anggota, membuat laporan, lengkap dengan neracanya dalam rapat itu,
  • Wajib menampung masukan-masukan dari siapapun, khusunya dari anggota,
  • Bertanggung jawab terhadap wewenang yang diberikan,
  • Tidak boleh bertindak sendiri-sendiri,
  • Bertanggung jawab terhadap terlaksananya perencanaan,
Pengawas, mempunyai tugas untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijaksanaan dan pengelolaan Koperasi. Pengawas dipilih dari kalangan anggota, oleh anggota di dalam Rapat Anggota. Syarat-syarat untuk menjadi pengawas :
  1. Syarat Umum, mempunyai sifat jujur dan trampil bekerja,
  2. Syarat Khusus, sebagimana yang diatur dalam Angaran Dasar, misalnya; mempunyai dasar pendidikan yang cukup, mempunyai ketrampilan dan pengetahuan tentang pembukuan dan perkoperasian, objektif dan mampu merahasiakan hasil pemeriksaannya kecuali kepada Rapat Anggota.
Tugas Pengawas adalah memeriksa terhadap tata kehidupan Koperasi yang meliputi hal-hal :
  • Organisasi ;
  1. Apakah Koperasi melaksanakan sendi – sendi dasar Koperasi atau prinsip – prinsip Koperasi,
  2. Apakah Koperasi menjalankan Organisasi sesuai dengan yang tercantum dalam Angaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangganya,
  3. Apakah buku – buku organisasi dijalankan dengan baik.
  • Usaha :
  1. Apakah Usaha Koperasi sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan,
  2. Apakah usaha Koperasi sesuai dengan rencana yang telah digariskan oleh Rapat Anggota,
  3. Apakah Usaha Koperasi sudah dilaksanakan secara efisien, dengan jalan menilai performancenya (pelaksanaan usaha),
  4. Membuat Laporan tertulis tentang hasil pemeriksaanya.

0 komentar:

Post a Comment