4/3/17

Tahapan Budidaya atau Pemeliharaan Lele organik

Tahapan tahapan yang harus dilakukan dalam tahap budi daya atau pemeliharaan ada tiga kegiatan:
  1. Pemilihan benih yang bagus, seragam dan sehat.
  2. Pemeliharaan ikan lele di dalam kolam terpal.
  3. Kendala-kendala yg sering muncul dalam budi daya lele tanpa pakan pelet (lele organik) dan cara mengatasinya
Pemilihan benih yang bagus, seragam dan sehat.
Untuk menekan angka mortalitas atau tingkat kematian lele kita harus memulainya dari awal dengan cara menyiapkan benih yang akan kita budi dayakan dalam keadaan yang bagus, seragam dan sehat. Bagus dalam arti benih yang kita pilih jelas dari indukan apa apakah sangkuriang yg umur panennya bisa cepat atau dumbo yg lebih lama masa panennya. Seragam dalam arti pertumbuhannya seragam, usahakan benih yg dimasukan kolam ukuran 5-7cm. Kalau benih terlalu kecil 2-3 cm atau 3-4 cm maka proses budi dayanya pasti ada kendala karena ukuran benih seperti itu proses adaptasinya juga terlalu lama. Sehat dalam arti benih yang kita budi dayakan kita tebarkan di kolam dalam keadaan sehat, tidak terkena penyakit, hal itu dapat kita lihat dari phisiknya yg lincah, tidak dalam keadaan luka di badannya, sebelum membeli benih usahakan ditanyakan terlebih dulu jenisnya dan dilihat di kolam pembenihan bagaimana keadaan benih yg akan ditebar dikolam, karena pemilihan benih juga menjadi kunci sukses bagi budaya lele tanpa pakan yang akan kita lakukan.

Pemeliharaan ikan lele di dalam kolam terpal.
Faktor yang sangat berpengaruh pada keberhasilan budi daya lele tanpa pakan peler (lele organik) adalah faktorPh air yang selalu dijaga pada angka 6-7, hal itu dapat dengan mudah kita ketahui apabila kita selalu melihat keadaan air kolam.

Keadaan air kolam terpal yang bagus atau memenuhi syarat adalah keadaan yang dalam kondisi :
  • Air kolam bening kehitaman dan tidak berbau busuk atau badeg, tetapi ada aroma seperti aroma tanah.
  • Tidak banyak busa yang ada didalam air kolam,
  • Air kolam tidak sering berubah warna ataupun kondisinya.
Yang paling penting kita kerjakan selama proses pemeliharaan adalah pada setiap 7 hari sekali kita lakukan penggantian air sebanyak kurang lebih 100 liter untuk kolam ukuran 1x4m dam kita tambahlkan air baru dari sumur sebanyak 100 liter juga dan lakukan pemberian fermentor gawek 5 tutup setiap penggantian air kolam. 

Ukuran yang paling mudah dilakukan penggantian untuk kolam 1x4m sebanyak 20 timba cor diganti dengan air sumur sebanyak 20 timba cor juga. Lakukan pengenceran terlebih dahulu fermentor gawek, misalnya untuk kolam 1x4m berikan 5 tutup botol fermentor gawek encerkan dg seember atau segembor air lalu siramkan secara merata di dalam kolam terpal. 

Air yang kita ganti setiap minggu atau 7 hari sekali dapat kita gunakan untuk menyiram sayuran atau tanaman lainnya karena air tersebut sudah mengandung Pupuk seperti kandungan yang ada di fermentor Gawek.Makanya selalu kita sarankan bahwa pada setiap budi daya lele tanpa pakan pelet (lele organik) harus bersamaan dengan budi daya sayuran dan tanaman lainnya dipinggir kolam terpal dengan maksud untuk memanfaatkan penggantian air setiap7 hari sekali sebagai nutrisi  tambahamn bagi tanaman dan sayuran yang kita budi dayakan, Usahakan budi daya sayuran atau tanaman lainnya itu dibudidayakan dengan media polybag sehingga lebih mudah dan hemat.

Beberapa tanaman sayuran yang sangat bagus untuk di budi dayakan di pinggir kolam terpal adalah: Cabe, sayuran seperti terong, tomat, gambas dan sebagainya yang penting yang dapat kita manfaatkan untuk kebutuhan setiap harinya,sehingga dengan berjalannya budi daya lele tanpa pakan pelet akan kita budi dayakan juga sayur sayuran dan cabe dalam polybag yang juga akan memenuhi kebutuhan bagi setiap pembudi daya lele tanpa pakan pelet. Hal itu akan menciptakan setiap petani menjadi mandiri dalam arti bisa memenuhi kebutuhan rumah tangganya sendiri, dapat menyediakan pangan yang sehat bagi keluarganya.

Kendala kendala yang sering muncul pada budi daya lele tanpa pakan pelet (leleorganik) dan cara mengatasinya
Banyaknya kendala yang muncul di lapangan sering diakibatkan karena pada pelaksanaan budi daya lele tanpa pakan pelet (lele organik) tidak sesuai dengan SOP (Standard operasional dan prosedur) yang sudah dibuat, Pembuatan SOP sudah melewati uji lapang dan waktu yang lama sehingga pada pelaksanaannya tahapan tahapannya harus disesuaikan dengan SOP yang sudah dibuat.

Contoh kasus dilapangan yang pelaksanaannya tidak sesuai dengan SOP diantaranya sebagai berikut :
  • Kohe sapi yamg digunakan sangat basah kadar air terlalu tinggi karena kohe sapi kehujanan, masalah yang akan dihadapi proses fermentasi terganggu waktu proses lebih panjang, Kohe fermentasi akan berbau busuk yang akan berakibat juga pada kondisi air kolam juga akan berbau busuk, yang akan berakibat Ph air tidak akan memenuhi syarat, sehingga pertumbuhan ikan dalam kolam agak terganggu.
  • Bahan bahan yang digunakan tercampur air sehingga akan menghambat proses fermentasinya. Pada proses pembuatan kohe fermentasi Gawek bahan pengenceran yang harus digunakan mutlak harus dengan air kepala, dikarenakan dengan air kelapa bisa menjaga tumbuh berkembangnya mikroba yang kita gunakan, bisa merangsang pertumbuhan jamur trichoderma dan produk yang dihasilkan bebas dari pencemaran bateri E-coli dan salmonela yang sangat mengancam kesehatan umat manusia apabila di konsumsi terus menerus. Dalam arti produk yang kita hasilkan dari budi daya ini bebas dari bakteri jahat yang mengancam kehidupan umat manusia. 
  • Benih lele yg kita masukan kekolam tidak memenuhi syarat. Sehingga akan menghambat pertumbuhan lele, pembesaran butuh waktu adaptasi yang lebih lama, tingkat keseragamannya kecil sehingga tidak bisa dipanen sekaligus.
  • Kondisi air di dalam kolam Phnya tidak memenuhi syarat dikarenakan, pemberian Fermentor Gawek yang berlebihan sehingga menaikan Ph air itu bisa dilihat dari kekentalan air kolam dan kandungan busa yang ada di kolam terpal atau juga ada ketidak rutinan dalam pengurangan dan penambahan air kolamnya juga penambahan fermentor gaweknya. Hal ini yang paling sering terjadi, cara penangannya dengan mengurangi dan menambah air kolam secara  periodik 7 hari sekali, tetapi apabila kebanyakan pemberian fermentor gawek berlebihan, cara penangannya adalah dengan mengurangi ketinggian air hingga mencapai 50 cm lalu tambahkan air lagi hingga mencapai 80 cm dan berikan fermentor gawek sesuai takarannya. Apabila kondisi air terus berbau busuk, lakukan perbaikan dengan cara kurangi air hingga ketinggian 50 cm, lalu berikan fermentor gawek 3x lipat dari dosis yang dianjurkan mis kolam 1x4 m tambahkan 15 tutup encerkan dulu ke dalam ember atau gembor lalu siram dengan merata kedalam kolam terpal dan biarkan selama 3 hari, setelah 3 hari penuhi air kolam sampai ketinggian 80cm dan tambahkan fermentor gawek sesuai takaranya, ulangi bila kondisi air kolam belum memenuhi syarat.
  • Kolam terpal yang dibuat tonggak atau dindingnya tidak kuat menahan beratnya air sehingga akan jebol apabila sudah diisi air setinggi 80 cm dan lele di dalamnya.
  • Letak kolam yg dibuat langsung kena sinar matahari ( di entak entakan) Tanpa ada naungan sedikitpun, akan mengakibatkan suhu air dalamkolam tidak stabil, usahakan ada naungan diatas kolam sehingga tidak kena panas matahari secara langsung.
  • Pemberian bahan bahan lain yang tidak direkomendasikan yang akan  mengganggu kerja mikroba yang ada pada Fermentor Gawek. Terkadang karena ketidak sabaran pembudi daya maka akan diberikan bahan bahan atau obat obatan yang tidak sesuai dengan kinerja mikroba yang ada dalam fermentor Gawek, misalnya pemberian antibiotik pada ikan, pemberian pakan alternatif yang berlebihan, obat obatan dan sebagainya yang pada akhirnya akan mengganggu kenyamanan lele di dalam kolam terpal.
Maka dari semua kesimpulan diatas semua tahapan tahapan yg dilakukan pada budi daya lele tanpa pakan pelet (lele organik) harus seusi dengan SOP yg telah dibuat, karena pada prinsipnya kita akan kembali pada kearifan lokal, yaitu bagaimana menyeimbangkan alam. Pada budi daya ini kita seolah olah memelihara ikan pada habitat aslinya, tanpa pemberian makan, tanpa pengobatan dan biarkan lele akan berkembang secara alamiah, tidak dipaksakan. 

0 komentar:

Post a Comment