7/27/17

Full Day School


Analisa Upaya Penerapan Full Day School Pada Lembaga Pendidikan Islam

Full day school merupakan program pendidikan yang seluruh aktivitas berada di sekolah (sekolah sepanjang hari) dengan ciri integrated activity dan integrated curriculum. Ini diharapkan dapat bermanfaat untuk pembinaan generasi sholih dan sholihah. Para pendidik akan tampil sebagai uswatun hasanah yang mendampingi anak-anak dalam mencapai perkembangan optimalnya.

Dilaksanakan program full day scholl pada hakekatnya tidak hanya upaya menambah waktu dan memperbanyak materi pelajaran saja. Namun lebih dari itu adalah untuk mengkondisikan anak agar memiliki pembiasaan hidup yang baik, adalah untuk pengayaan atau pendalaman konsep-konsep materi pelajaran yang telah ditetapkan, untuk memasukkan materi-materi keislaman kedalam bidang studi dan sebagai bidang studi tersendiri yang harus dikuasai oleh anak-anak sebagai bekal hidup, untuk pembinaan kejiwaan, mental dan moral anak. Maksudnya adalah memberikan keseimbangan antara kebutuhan rohani dan jasmani agar terbentuk kepribadian yang utuh.


Pengelolaan SDM Menghadapi Full Day School
Sebagaimana telah sedikit disinggung di atas, bahwa peningkatan produktifitas dan prestasi kerja akan dapat meningkatkan perilaku manusia di dalam lembaga pendidikan Islam. Perilaku manusia di dalam lembaga pendidikan Islam inilah yang kemudian bisa dimaksimalkan dalam upaya penciptaan efektifitas dan efisiensitas melalui penerapan system full day school.

Sistem full day school sendiri diformat untuk mengembangkan dan memaksimalkan tingkat kecerdasan peserta didik dengan didukung oleh motivasi pendidikan yang efektif dan actual serta menerapkan system pembelajaran yang menyenangkan dan mengaktifkan sekolah (student active learning). Sistem pembelajaran dapat dioptimalkan ketika terdapat keterpaduan antara input (missal; murid dan guru), proses (missal; sarana dan prasarana) dan output.

Dalam hal ini penulis mencoba menganalisis system penerapan full day school melalui konsepsi Manajemen Sumber Daya Manusia yaitu mereka yang secara langsung terlihat dalam kegiatan pendidikan, atau biasa dikenal dengan personalia atau tenaga kependidikan Islam.

Peranan personalia (Sumber Daya Manusia) dalam sebuah organisasi atau lembaga pendidikan Islam pada dasarnya adalah sangat penting. Namun hal ini akan lebih penting lagi ketika dikelola dengan baik, sehingga hal ini akan menghasilkan tujuan yang maksimal.

Berkaitan dengan system penerapan full day school pada tataran konsepsi maupun praktisnya akan sangat berpengaruh sekali personalia tenaga kependidikan di dalamnya. Apalagi personalia puncak (pimpinan, kepala madrasah sebagai pemegang tonggak estafet kehidupan Madrasah).

Bagi lembaga pendidikan Islam yang berupaya menciptakan efektifitas dan efisiensitas pendidikan dan pengajaran, paling tidak sebagaimana mengutip dari empat prinsip dasar yang harus dipedomani  dan dipegang oleh Kepala Sekolah yaitu :

Sumber Daya Manusia akan sangat berperan secara optimal jika dikelola dengan baik, sehingga mendukung tujuan bersama. Dalam kaitannya dengan penerapan system full day school, Kepala sekolah sebagai seorang top manajer harus memerankan secara optimal terhadap pengelolaan Sumber Daya Manusia secara baik. Hal ini sebagai manifestasi penciptaan efektifitas dan efisiensi pendidikan dan pengajaran melalui Sumber Daya Manusia yang tidak diragukan.

Kultur dan suasana organisasi di sekolah, serta perilaku manajerial kepala sekolah sangat berpengaruh terhadap pencapaian tujuan pengembangan sekolah. Secara sederhana kepala sekolah juga harus memegang prinsip ini dalam upaya menciptakan efektifitas dan efisiensitas pengajaran perilaku penerapan system full day school. Dikandung maksud bahwa kultur dan suasana organisasi di sekolah dan perilaku manajerial kepala sekolah dapat mengiringi bukan saja mempengaruhi tujuan pengembangan sekolah, melalui penerapan system full day school.

Manajemen Personalia di sekolah pada prinsipnya mengupayakan agar seluruh warga sekolah dapat bekerjasama. Dalam konteks upaya penciptaan sekolah yang efektif dan efisien, Kepala Sekolah harus berpedoman bahwa dalam menerapkan system Full Day School harus benar-benar berprinsip dalam mengupayakan agar seluruh warga sekolah dapat bekerjasama menciptakan tujuan di atas.

Akan tetapi ada beberapa hal yang harus dibenahi secara radic (mengakar) dalam upaya menciptakan sekolah yang efektif dan efisien melalui system full day school yaitu : 

Pertama, harus ada reinterpretasi, makna yang dilakukan oleh Kepala Sekolah. Tugas Kepala Sekolah dalam kaitannya dengan manajemen guru bukanlah pekerjaan yang rendah karena tidak hanya mengusahakan tercapainya tujuan sekolah/madrasah, tetapi juga tujuan tenaga kependidikan (guru dan pegawai) secara pribadi. Upaya penciptaan sekolah yang efektif dan efisien melalui penerapan Sistem full day school juga menuntut seorang Kepala Sekolah memperhatikan hal itu semua.

Kedua, harus ada perbaikan manajemen. Tenaga kependidikan Islam (guru dan personil) yaitu mencakup :
  1. Perencanaan pegawai
  2. Pengadaan pegawai
  3. Pembinaan dan pengembangan pegawai
  4. Promosi dan mutasi pegawai
  5. Pemberhentian pegawai
  6. Kompensasi pegawai
  7. Penilaian pegawai

Ketiga, adalah perbaikan Manajemen Guru Kependidikan Islam dalam mengajar. Ini berkaitan secara realitas bahwa dalam prakteknya banyak guru yang tidak mempunyai kompetensi dasar dalam mengajar. Sehingga outpun yang dihasikan pun sangat diragukan.

Oleh karena itu seyogyanya program full day school dilengkapi dengan program rekreatif dalam pembelajaran agar tidak timbul kebosanan dalam menempuh studinya. Dilengkapi pula system komunikasi dan koordinasi hingga di rumah melalui buku penghubung. Maka program ini melibatkan secara utuh peran orang tua dalam membantu pendidikan. Dengan program ini diharapkan tidak terjadi ketimpangan pendidikan. Wallahu a'lam

0 komentar:

Post a Comment