Selection for Education Centre and Public Concil "In Progress"

7/15/17

Ibadah Haji

Walimah Shafar (Sebuah Tradisi yang Membawa Memotivasi)

Achivment and Motivation. Haji adalah rukun Islam yang terakhir atau yang ke lima bagi seluruh umat Islam. Menjalankan ibadah haji merupakan suatu kewajiban yang yang harus dilaksanakan, namun kewajiban ini disertai syarat bagi yang telah mampu melaksanakannya. Mampu melaksanakan dalam hal ini adalah mampu melakukan perjalanan dari asal tempat tinggal ke Masjidil Haram yang ada di Kota Makkah Negara Arab Saudi. Mampu melaksanakan perjalanan dengan modal finansial maupun modal kesehatan jasmani dan rohani.

Menjalankan ibadah haji pastinya menjadi dambaan setiam umat Islam, namun kenyataannya tidak semua umat Islam mendapat kesempatan untukmenjalankannya. Berbagai macam alasan dan beranekaragam sebab dapat terjadi untuk mewujudkan atau tidak dapat mewujudkan harapan dan keinginan untuk menjalankan ibadah haji. 

Ibadah haji puncaknya dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah atau hari Arafah yang dikenal dengan wukuf di padang Arafah. Bagi calon jamaah haji dari Indonesia khususnya biasanya pemberangkatan dilaksanakan mulai bulan Dzulqo'dah atau sekitar sebulan sebelum puncak ibadah haji. Hal ini dikarenakan banyaknya jamaah yang berkesempatan berangkat dan dibagi dalam kelompok-kelompok terbang atau kloter.

Sebuah tradisi yang terjadi bagi calon jamaah haji yang akan menjalankan ibadah haji yaitu melaksanakan "walimah safar". Walau sebuah tradisi namun didalamnya syarat akan nilai-nilai ibadah. Walimah safar berasal dari bahasa arab, walimah biasanya dapat diartikan dengan makanan atau perjamuan sedangkan safar dapat diartikan dengan perjalanan. Yang mana walimah safar dapat dipahami sebagai sebuah jamuan makan yang diberikan oleh orang yang akan melakukan perjalanan kepada keluarganya, saudaranya dan tetangga sekitarnya dengan maksud berbagi rasa syukur atas karunia dan nikmat Allah sekaligus memohon bantuan do'a untuk kelancaran, keselamatan, dan keamanan selama melakukan perjalanan dan dapat kembali ke rumah sesuai dengan harapan dan niatnya.

Konsep walimah safar sangat beragam yang pastinya akan dikonsep sangat paling berkesan bagi shohibul hajat maupun undangan. Dalam acara tersebut tidak hanya sebatas jamuan makan makan saja namun akan diisi dengan acara-acara diantaranya adalah acara "pamitan". Pamitan atau mohon izin untuk pergi, yang dalam hal ini adalah untuk pergi menjalankan ibadah Haji. Karena jauhnya jarak yang harus ditempuh, hal ini menjadikan tantangan tersendiri bagi jamaah haji dari Indonesia, mulai dari kendaraan yang digunakan seperti pesawat terbang, karena tidak sedikit jamaah yang baru pertama kali naik pesawat.

Kenapa meski pamit ? karena orang yang pergi itu hanya ada dua kemungkinan yaitu dia akan kembai atau akan pergi selamanya. Kedua hal tersebut adalah sebuah misteri yang tidak bisa dipastikan makanya perlu pamitan bagi orang yang akan melaksanakan perjalanan, meminta kerelaan dan keikhlasan serta keridhoan saudara agar dimudahkan perlajalanannya maupun ketika melaksanakan ibadah hajinya dan dapat keberhasilan dalam menjalankan ibadah haji serta ketika telah usai rangkaian ibadah hajinya dapat kembali ke keluarga dan masyarakat, jika hal lain yang terjadi karena ini adalah perjalanan ibadah semua telah merelakannya.

Selain acara pamitan, biasanya ada khutbah atau mauidhzoh hasanah yang disampaikan oleh para kyai, ustadz maupun tokoh-tokoh lainnya yang telah berpengalaman menjalankan ibadah haji. Hal ini akan disampaikan tentang hal-hal yang berkaitan dengan ibadah haji seperti tata cara ibadah haji maupun pengalaman-pengelaman pribadi dalam rentetan melaksanakan ibadah haji. Karena pengalaman satu jamaah dengan jamaah lainnya tentunya tidak sama. Kemudian rangkain acara ditutup dengan do'a dan dilengkapi dengan jamuan makan.

Jika kita terlibat langsung dalam rangkain acara tersebut akan muncul pada diri kita akan niat, kemauan, ghiroh dan motivasi yang besar untuk melaksanakan ibadah haji. Atau hal tersebut dapat menjaga niatan keinginan kita untuk melengkapi rukun Islam. Atau setidaknya akan muncul pertanyaan "kapan aku bisa seperti dia". Memunculkan motivasi itu memang tidak mudah dan salah satunya yaitu bila kita terlibat dalam hal yang sesuai dengan apa yang kita inginkan.

Tradisi walimah safar mesti harus dijaga dan dilestarikan karena banyak makna yang terkandung didalamnya yang tidak hanya sekedar jamuan makan saja tapi banyak nilai-nilai ibadah dan pengetahuan-pengetahuan yang ditimbulkannya serta mengundang motivasi kepada para hadirin tamu undangan untuk menguatkan niatnya dan bertekat dapat menjalankan ibadah haji demi Allah SWT semata. Dan mungkin walimah safar ini bisa dikembangkan tidak hanya bagi umat Islam yang mendapatkan kesempatan menunaikanibadah haji tetapi juga untuk umat Islam yang akan menunaikan ibadah umroh juga. Wallahu'alam.

Share:

0 comments:

Post a Comment