Perawatan Umum Mesin Sepeda Motor

masfery.com - Dalam hal melakoni perawatan umum mesin sepeda motor, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya ;

Perawatan Umum Mesin Sepeda Motor


A. Hal yang perlu diperhatikan
  1. Bersihkan badan sepeda motor lalu buanglah kotoran dan debu yang melekat pada badan, dan mesinnya untuk menghindari agar supaya jangan masuk ke dalam bagian mesin.
  2. Apabila mempergunakan alat-alat yang khusus, hati-hatilah agar supaya alat-alat tersebut tidak merusak suku cadang mesinnya.
  3. Gunakan alat-alat yang cocok untuk pekerjaan yang sesuai pula, sedapat mungkin janganlah digunakan kunci pas sebagai pengganti dari kunci ring.
  4. Gunakan selalu paking yang baru, ring bulat, pasak, penjepit, ring penutup, dan lain-lain pada waktu mengadakan perbaikan.
  5. Gunakan selalu suku cadang, oli, gemuk, dari dealer kendaraan tersebut atau semacamnya yang apabila disarankan oleh pabriknya.
  6. Sewaktu mengadakan servis, hati-hatilah sehingga anda tidak akan mengalami kecelakaan atau terbakar karena menyentuh mesin, pipa pembuangan atau saringan.
  7. Catat kondisi pada pembongkaran dan pemasangan kembali.
  8. Tempatkan semua suku cadang yang telah dilepaskan dengan rapi dan pisahkan menurut kumpulannya agar supaya tidak tercampur atau hilang.
  9. Cucilah mesin dan bagian-bagian perseneling dengan mempergunakan oli deterjen dan tiuplah sampai kering dengan udara kompresi.
  10. Pasanglah pada waktu mengadakan pemeriksaan bagian-bagian yang bergerak.
  11. Hati-hatilah agar supaya cairan baterainya tidak mengenai pakaian anda atau mesinnya, apabila cairan baterai tersebut mengenai kulit atau pakaian anda cucilah dengan air, apabila cairan baterai tersebut mengenai mata anda, segera cucilah dengan air dan pergilah ke dokter.

B. Perawatan Rutin

Pemeliharaan dan perawatan sehari-hari secara rutin terhadap sepeda motor sebetulnya jauh lebih baik dibandingkan memperbaiki kerusakan sepeda motor tersebut, artinya sebelum kendaraan mengalami kerusakan lebih baik di rawat secara rutin, karena jika pemeliharaan dilakukan dengan baik berarti umur kendaraan itu menjadi panjang dan jarang mengalami kerusakan. Sedangkan bila pemeliharaannya kurang baik maka kendaraan sering rusak dan kita harus memperbaiki, dimana perbaikan kerusakan seringkali harus mengganti bagian-bagian yang rusak dan mengeluarkan biaya yang lebih mahal. Oleh karena itu sebelum kendaraan rusak dan mengeluarkan biaya cukup mahal sebaiknya di lakukan perawatan secara rutin.

Beberapa perawatan rutin yang perlu dilakukan sehari-hari terhadap mesin kendaraan, misalnya :

1. Pagi hari sebelum digunakan, periksalah hal berikut :
  • Apakah bensinnya masih cukup?
  • Apakah oli pelumasnya masih cukup?
  • Apakah oli pelumas masih baik/tidak kotor?
  • Apakah businya bersih dan baik, umur tidak terlalu lama?
  • Apakah air akinya masih memadai?
2. Setelah pertama di atas baik, maka motor perlu dipanaskan yaitu dengan dihidupkan (distarter) pada posisi lambat kemudian secara perlahan ditingkatkan posisi gas.

3. Perhatikan dan dengarkan suara mesin apakah ada ketidaknormalan, apakah suara halus dan wajar, ataukah ada suara yang aneh pada putaran mesinnya?

Disamping petunjuk diatas dalam hal pemeliharaan dan perawatan maka perlu juga diperhatikan hal berikut.

  • Biasakanlah setiap pagi memanaskan kendaraan.
  • Janganlah membebani mesin secara kasar dan mendadak.
  • Janganlah mengendarai kendaraan melebihi batas kecepatan mesin yang normal.
  • Janganlah sering secara mendadak memindahkan persneling (percepatan), mengerem atau membelokkan kendaraan secara tajam dan tiba-tiba.
  • Janganlah menginjak pedal persneling secara kasar.
  • Janganlah menunda-nunda pergantian minyak pelumas bila sudah waktunya.
  • Sesuaikan persneling (tingkat kecepatan putaran mesin atau transmisi) dengan kecepatan kendaraan.
Untuk menjaga agar supaya presisi mesinnya tetap dalam keadaan yang baik dan untuk mencegah kerusakan mesin, maka perlu untuk mengadakan pemeriksaan mesin secara berkala dan mengadakan penyetelan atau pergantian dari bagian-bagian atau suku cadang yang diperlukan, pemeriksaan haruslah dilakukan berdasarkan jarak waktu tertentu misalnya setiap 1000-2000 km.


C. Pembersihan Saringan Udara
  1. Keluarkan elemen saringan udara dari dalam kotak saringan.
  2. Periksa saringan udara, bila kotor sekali atau sobek diganti baru.
  3. Saringan udara yang kotor diketok-ketokkan pada lantai beberapa kali.
  4. Semprot saringan udara dengan pistol udara dan arah dalam menuju keluar saringan.

Saringan udara jenis busa :
  1. Keluarkan saringan udara dari kotaknya.
  2. Periksa saringan udara, bila kotor sekali atau sobek ganti saringan baru.
  3. Bersihkan saringan udara dengan jalan di rendam dalam minyak tanah atau air deterjen.
  4. Kemudian diperas-peras, jangan sampai rusak/sobek.
  5. Agar cepat kering, disemprot dengan pistol udara dari arah dalam menuju keluar.
  6. Khusus saringan jenis busa sebelum pemasangan diteteskan oli terlebih dahulu secara merata pada bagian luar

D. Pergantian Oli Motor

  1. Standar motor dengan posisi mendatar.
  2. Buka tutup lubang pengisi oli
  3. Letakkan bak penampung di bawah mesin (di bawah baut pembuangan oli) kemudian kendorkan dan lepaskan baut pembuangan oli.
  4. Keluarkan minyak pelumas mesin pada bak penampung, tekan pedal starter beberapa kali agar sisa-sisa minyak dapat terbuang habis.
  5. Jangan mencuci komponen mesin dengan bensin, minyak tanah atau solar.
  6. Buang oli pada drum oli, jangan membuang oli bekas di tanah, selokan, dan singai, periksa paking baut pembuangan oli jika sudah aus/cacat, ganti kemudian pasang dan keraskan baut pengetap secukupnya.
  7. Hindarkan tumpahan oli dan gunakan bak untuk mencegah oli tumpah ke lantai.
  8. Tumpahan harap dibersihkan dengan segera supaya tidak seorangpun yang terslip dan jatuh.
  9. Masukkan minyak pelumas/oli ke dalam mesin dengan jumlah yang sesuai dan kalau tidak ada ukurlah jumlah oli dengan melihat pada tangki pengukur oli sehingga pada bagian yang teratas (tangkai dengan garis strip).
  10. Biasanya jumlah oli mesin tertera di samping lubang pemasukan oli.
  11. Setelah bak mesin diisi dengan minyak pelumas kemudian hidupkan mesin beberapa saat dengan putaran lambat (stasioner).
  12. Matikan mesin dan periksa permukaan minyak pelumas juga periksa terhadap kebocoran-kebocoran.
  13. Perubahan minyak pelumas harus berada pada strip atau tanda penuh pada tangki pengukur oli mesin.
  14. Bersihkan alat dan tempat kerja dari oli.

E. Perawatan Kabel Gas

  1. Lepas kabel gas dengan cara melepas tutup kabel gas dari stang kemudi (stir).
  2. Keluarkan kabel gas dari tutup handel kabel gas.
  3. Buka tutup karburator.
  4. Keluarkan kabel gas dari skep (handle pemasang) karburator.
  5. Keluarkan kabel gas dari sepeda motor dengan jalan ditarik.
  6. Jepit kabel gas dengan catok dan lumasi dengan oli SAE dan tarik kabel ke atas dan ke bawah agar merata sampai menetes ke bawah.
  7. Periksa gas tangan terhadap kelancaran putaran gas setel jarak gerak main gas tangan (biasanya 10-15 derajat).
  8. Buka karet penutup pada karburator.
  9. Kendorkan mur pengikat.
  10. Putar mur penyetel ke kanan sampai tidak ada jarak main bebas.
  11. Putar kembali berlawanan arah ke kiri sampai mendapatkan jarak main bebas  10-15 derajat.
  12. Keraskan mur pengikat sambil menahan mur penyetel.
  13. Kendorkan mur pengikat pada stang pengemudi.
  14. Putar mur penyetel ke kiri sampai tidak ada jarak main bebas.
  15. Putar kembali berlawanan arah/ke kanan sampai mendapatkan jarak main bebas 10-15 derajat.
  16. Keraskan mur pengikat sambil menahan mur penyetel.

F. Membersihkan Selang Bahan Bakar
  1. Bersihkan bagian luar selang-selang karet bahan bakar.
  2. Periksa selang-selang bahan bakar secara visual jika terdapat keretakkan atau kebocoran harus diganti!

G. Saringan Bahan Bakar

  1. Saringan bahan bakar terletak antara tangki dan karburator, bisa terpasang pada keran bahan bakar, bagian bawah karburator atau pada rumah karburator.
  2. Lepas saringan dengan membuka baut penutup saringan atau keran.
  3. Cuci bagian dalam saringan dengan pistol udara dan periksa kerusakan yang ada.
  4. Pasang kembali saringan pada tempatnya, perhatikan paking-paking pada rumah saringan harus diganti baru, setiap kali penutup saringan dibuka.


H. Membersihkan Karburator

  1. Kosongkan bensin dari karburator dengan mengendorkan sekerup pembuang.
  2. Lepaskan tutup atas karburator, selang-selang, dan saluran penghubung.
  3. Lepaskan karburator dengan jalan melepas baut pemasangan karburator.
  4. Bersihkan bagian luar pelampung dan karburator dengan bensin dan pistol udara.
  5. Keluarkan pelampung, katup pelampung, dengan cara menarik pena lengan pelampung.
  6. Keluarkan jet udara dan jet bensin, kemudian bersihkan semua saluran jet dan bagian yang dilepas dengan pistol udara.
  7. Periksa paking-paking kalau ada yang cacat harus diganti.
  8. Rakit kembali bagian-bagian karburator dengan cara kebalikan dari cara melepasnya.
  9. Pasang karburator/saluran penghubung dan selang-selang.

I. Membersihkan Knalpot (Saluran Gas Buang)
  1. Lepas mur pengikat leher saluran buang pada silinder
  2. Lepas mur pengikat knalpot dengan rangka sepeda motor
  3. Lepas seluruh knalpot dan leher knalpot dari sepeda motor.
  4. Bongkar bagian-bagian knalpot (saluran buang, klem pengikat knalpot, saluran/peredam, dan sebagainya).
  5. Pastikan torak pada kedudukan titik mati bawah (TMB).
  6. Bersihkan saluran buang pada silinder.
  7. Injak kick starter beberapa kali (torak membuang kerak yang masuk ke silinder).
  8. Waktu membersihkan saluran buang pada silinder, hati hati jangan menggores dinding silinder atau merusak permukaan torak atau terlalu banyak kotoran kerak yang masuk ke dalam silinder.
  9. Gunakan sekrap dengan gerak menusuk dan memutar.
  10. Pukul-pukul secara ringan merata dengan palu kayu agar kerak terlepas.
  11. Bila keraknya terlampau tebal dan melekat kuat harus dilakukan pekerjaan khusus yakni dengan api gas las asitelin.
  12. Gunakan sekrap untuk bagian dekat sambungan dengan leher knalpot.
  13. Cucilah bagian dalam dengan minyak tanah kemudian keringkan.
  14. Cara khusus dengan api gas las asitelin sehingga terjadi pembakaran sisa-sisa bahan bakar oli dalam knalpot.
  15. Bersihkan kerak-kerak pada seluruh permukaan pipa peredam.
  16. Usahakan agar peredam lubang dapat terbuka.
  17. Rakit kembali bagian-bagiannya (klem dan ring yang rusak harus diganti).
  18. Pasangkan knalpot (kebalikan dari langkah pelepasan knalpot).
  19. Kencangkan mur-mur dengan baik.
  20. Hidupkan motor diatas idle/stasioner kemudian tutup lubang buang pada knalpot, periksa kebocoran yang terjadi pada sambungan-sambungannya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel