Sistem Penyalaan Mesin Motor

masfery.com - Sistem penyalaan adalah salah satu sistem pada motor yang sangat penting untuk diperhatikan. Sistem penyalaan ini erat hubungannya dengan tenaga (daya) yang dibangkitkan oleh suatu mesin. Apabila sistem tidak bekerja dengan baik dan tepat, maka hal ini dapat mengganggu kelancaran pembakaran campuran bahan bakar dan udara di dalam silinder sehingga tenaga yang dihasilkan oleh mesin berkurang.

Sistem Penyalaan Mesin Motor


Sistem penyalaan campuran bahan bakar di ruang bakar atau silinder pada umumnya ada dua macam, yakni sistem baterai dan sistem magnet. Kedua sistem ini mempunyai prinsip dan tujuan yang sama, yakni sama-sama memakai arus listrik dan bertujuan membangkitkan tegangan listrik yang tinggi sekali, yang memungkinkan meloncatnya bunga api listrik (elektron) diantara kedua ujung kutub busi, tinggi tegangan yang dibangkitkan itu kira-kira 10.000 volt.

Perbedaan dari kedua sistem ini terletak pada sumber (suplay) dari arus listrik yang dipakai untuk penyalaan ini. Pada sistem baterai suplai arus listrik berasal dari baterai, sedangkan pada sistem magent, arus listrik berasal dari generator AC. Loncatan bunga api listrik ini ditimbulkan oleh alat-alat listrik seperti :

  1. Koil Penyalaan (Coil Ignition)
  2. Platina
  3. Kondensor
  4. Busi

A. Koil Penyalaan (Coil Ignition)

Arus listrik yang datang dari baterai ataupun dari generator AC, akan masuk ke dalam koil, arus ini mempunyai tegangan yang rendah dan oleh koil tegangan ini akan dinaikkan sampai mencapai tegangan kira-kira 10.000 volt. Dalam koil terdapat gulungan primer dan sekunder yang dililitkan pada pelat besi tipis yang bertumpuk, gulungan primer ini mempunyai kawat yang dililitkan dengan diameter 0,6 sampai 0,9 mm.

Jumlah lilitannya sebanyak 200 kali sedang gulungan sekunder mempunyai lilitan kawat dengan diameter 0,05 sampai 0,08 mm dengan jumlah lilitan sebanyak 20.000 kali. Karena perbedaan jumlah gulungan pada kumparan primer dan sekunder maka pada kumparan sekunder akan timbul tegangan kira-kira 10.000 volt. Arus dengan tegangan tinggi ini timbul akibat terputus-putusnya aliran arus pada kumparan primer hilangnya medan magnet ini terjadi pada saat terputusnya arus listrik pada kumparan primer, maka dibutuhkan suatu sakelar pemutus arus yang disebut platina (contact breaker).


B. Pemutus Arus/Platina (Contact Breaker)

Platina ini berfungsi sebagai sakelar pada kumparan primer dari koil penyalaan, dengan bekerjanya platina ini maka medan magnet pada koil selalu berubah-ubah yang mengakibatkan timbulnya tegangan kira-kira 10.000 volt pada kumparan sekunder. Bekerjanya platina ini diatur oleh poros kam sehingga waktu atau saat penyalaan dari gas bahan bakar dalam silinder dapat diatur menurut ketentuan yang telah ditetapkan. Pada platina waktu akan terbuka, akan timbul bunga api, untuk menghindari hal ini maka digunakan suatu alat peredam/pengaman yang disebut kondensor.


C. Kondensor

Menurut sifatnya kondensor dapat menyimpan sejumlah muatan listrik menurut kapasitas dan dalam waktu yang tertentu. Karena itu kondensor dapat digunakan sebagai peredam atau penghisap arus listrik ekstra yang timbul akibat adanya tegangan induksi diri pada gulungan primer yang dapat menimbulkan bunga api listrik pada platina. Kondensor ini biasanya dibuat dari kertas isolasi dan kertas perak yang digulung bersama-sama.


D. Busi

Busi adalah suatu alat yang dipergunakan untuk meloncatkan bunga api listrik di dalam silinder ruang bakar, bunga api listrik ini diloncatkan dengan perbedaan tegangan 10.000 volt diantara kedua kutub elektroda dari busi. Karena busi mengalami tekanan, temperatur tinggi dan getaran yang keras sekali, maka busi dibuat dari bahan-bahan yang dapat mengatasi hal tersebut. Pemakaian tipe busi untuk tiap-tiap mesin telah ditentukan oleh pabrik pembuat mesin tersebut.

Jenis busi ini pada umumnya di rancang menurut keadaan panas dan temperatur di dalam ruang bakar mesin, secara garis besar busi dibagi dalam jenis : busi dingin dan busi panas. Busi dingin adalah busi yang menyerap serta membuang/melepaskan panas dengan cepat sekali, jenis ini biasanya digunakan untuk mesin yang temperatur dalam ruang bakarnya tinggi.

Busi panas adalah busi yang menyerap serta membuang/melepaskan panas dengan lambat, jenis ini hanya dipakai untuk mesin yang temperatur dalam ruang bakarnya rendah, diantara kedua jenis busi ini terdapat satu jenis lagi yaitu jenis busi sedang (medium type).

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel